Minggu, 15 Februari 2015

Generalisasi peta
A.      pengertian generalisasi
generalisasi pada kartografi adalah memilih dan menyerdehanakan penyajian unsur-unsur permukaan bumi diatas peta yang berhubungan dengan sakala dan tujuan peta (kepentingan unsure tertentu) yang akan di buat. Unsur- unsure yang akan di sajikan di atas peta. Semakin kecil skala peta maka semakin besar proses generalisasi.
        Maka generalisasi peta terjadi karena :
1.       ketidak mungkinan peta menyajikan seluruh informasi muka bumi
2.       skala yang diperbesar
generalisasi di lakukan agar pemakai peta mendapatkan kejelasan dalam membaca peta.
               Jadi generalisasi perlu untuk mempertahankan kejelasan dalam membaca peta.
                Jadi generalisasi perlu untuk mempertahankan kejelasan dari peta. Pada setiap pembuatan peta,       bentuk dari unsur-unsur terrain di generalisasi sampai tingkat tertentu.
                Kartografer harus menganalisis dan menyeleksi secara tepat dalam menyajikan simbol dari unsur permukaan bumi. Tebal garis, ukuran symbol dan huruf akan menjadi hal yang penting dalam proses generalisasi. Spesipikasi suatu peta ikut menetukan tingkat  generalisasi yang dilakukan, jadi bentuk suatu symbol tidak harus sama untuk suatu peta yang berbeda skala petanya.
                Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyajian peta adalah :
1.       objek- objek yang penting harus ditonjolkan.
2.       Perbedaan dalam bentuk harus jelas.
3.       Harus di hindari reduksi kontras yang disebabkan karena pencetakan warna muda dan penyinaran yang lemah.
4.       Harus diperhatikan kemudahan dalam proses produksinya.

B.      Aspek-aspek generalisasi
Pekerjaan kartografis yang berkaitan dengan aspek-aspek generalisasi meliputi:
1.       Menyeleksi (pemilihan)
Unsur yang akan disajikan disesuaikan dengan maksud dan tujuan pembuatan petaseta skala peta yang dikehendaki.
2.       Penyederhanaan
Jika terdapat unsur yang terlalu kecil, serta sulit untuk disajikan dengan detail yang cukup, maka unsure tersebut perlu disederhanakan. Contoh: pada peta topografi 1 : 5.000 umumnya rumah atau gedung deperlihatkan dalam bentuk yang sebenarnya, sebaliknya pada peta 1 : 30.000 bentuk rumah dan gedung disajikan secarah kelompok, bahkan bangunan seperti rumah ibada di sajikan dalam bentuk symbol.
3.       Menghilangkan (omittance)
Beberapa unsur dipermukaan bumi yang dianggap tidak penting perlu dihilangkan tanpa merusak kejelasan isi peta dengan pertimbangan faktor skala dan keadaan asli dari permukaan.
4.       Eksagerasi (exaggeration)
Eksagerasi adalah suatu teknik pembebasan dalam penyajian suatu unsur pada peta yang dihubungkan dengan ukuran sebenarnya dari suatu unsur dalam skala tertentu dari peta. Contoh: jalan dengan lebar 10 meter jika di gambar pada peta skala 1 : 50.000 maka sebenarnya ukuran lebar jalan pada peta adalah 0,2mm. garis tersebut terlalu kecil sehingga tidak jelas bahkan dapat tertutup dengan detail-detail yang lain. Agar terlihat denga jelas maka dibuat dengan mempertebal garis jalan tersebut.
5.       Pergeseran (Displacement)
Akibat eksagerasi akan berpengaruh terhadap unsur-unsur yang lain. Seperti jalan atau unsur tertentu yang mengalami eksagerasi akan terjadi overlapping dengan unsur lain. Maka untuk menghindari tumpang tindih dilakukan pergeseran.

Suatu penyajian yang bersifat mutlak dalam hal yang mengutamkan unsur mana yang dapat digeser atau dipindahkan tidaklah ada, semua ini tergantung ppada penting tidaknya suatu unsur. Contoh daftar unsur-unsur yang diutamakan dalam hal pergeseran pada peta topografi adalah :
1)      Sungai menggeser jalan kereta api
2)      Jalan kereta api menggeser jalan raya
3)      Jalan raja menggeser bangunan
4)      Bangunan menggeser batas tumbuhan