Generalisasi peta
A.
pengertian generalisasi
generalisasi pada
kartografi adalah memilih dan menyerdehanakan penyajian unsur-unsur permukaan
bumi diatas peta yang berhubungan dengan sakala dan tujuan peta (kepentingan
unsure tertentu) yang akan di buat. Unsur- unsure yang akan di sajikan di atas
peta. Semakin kecil skala peta maka semakin besar proses generalisasi.
Maka generalisasi peta terjadi karena :
1.
ketidak mungkinan peta menyajikan seluruh
informasi muka bumi
2.
skala yang diperbesar
generalisasi di lakukan
agar pemakai peta mendapatkan kejelasan dalam membaca peta.
Jadi generalisasi perlu untuk
mempertahankan kejelasan dalam membaca peta.
Jadi
generalisasi perlu untuk mempertahankan kejelasan dari peta. Pada setiap
pembuatan peta, bentuk dari unsur-unsur terrain di
generalisasi sampai tingkat tertentu.
Kartografer
harus menganalisis dan menyeleksi secara tepat dalam menyajikan simbol dari
unsur permukaan bumi. Tebal garis, ukuran symbol dan huruf akan menjadi hal
yang penting dalam proses generalisasi. Spesipikasi suatu peta ikut menetukan
tingkat generalisasi yang dilakukan,
jadi bentuk suatu symbol tidak harus sama untuk suatu peta yang berbeda skala
petanya.
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam penyajian peta adalah :
1. objek-
objek yang penting harus ditonjolkan.
2. Perbedaan
dalam bentuk harus jelas.
3. Harus
di hindari reduksi kontras yang disebabkan karena pencetakan warna muda dan
penyinaran yang lemah.
4. Harus
diperhatikan kemudahan dalam proses produksinya.
B.
Aspek-aspek generalisasi
Pekerjaan kartografis yang berkaitan dengan aspek-aspek
generalisasi meliputi:
1.
Menyeleksi (pemilihan)
Unsur yang akan disajikan disesuaikan dengan maksud dan
tujuan pembuatan petaseta skala peta yang dikehendaki.
2.
Penyederhanaan
Jika terdapat unsur yang terlalu kecil, serta sulit
untuk disajikan dengan detail yang cukup, maka unsure tersebut perlu
disederhanakan. Contoh: pada peta topografi 1 : 5.000 umumnya rumah atau gedung
deperlihatkan dalam bentuk yang sebenarnya, sebaliknya pada peta 1 : 30.000
bentuk rumah dan gedung disajikan secarah kelompok, bahkan bangunan seperti
rumah ibada di sajikan dalam bentuk symbol.
3.
Menghilangkan (omittance)
Beberapa unsur dipermukaan bumi yang dianggap tidak
penting perlu dihilangkan tanpa merusak kejelasan isi peta dengan pertimbangan
faktor skala dan keadaan asli dari permukaan.
4.
Eksagerasi (exaggeration)
Eksagerasi adalah suatu teknik pembebasan dalam
penyajian suatu unsur pada peta yang dihubungkan dengan ukuran sebenarnya dari
suatu unsur dalam skala tertentu dari peta. Contoh: jalan dengan lebar 10 meter
jika di gambar pada peta skala 1 : 50.000 maka sebenarnya ukuran lebar jalan
pada peta adalah 0,2mm. garis tersebut terlalu kecil sehingga tidak jelas
bahkan dapat tertutup dengan detail-detail yang lain. Agar terlihat denga jelas
maka dibuat dengan mempertebal garis jalan tersebut.
5.
Pergeseran (Displacement)
Akibat eksagerasi akan berpengaruh terhadap unsur-unsur
yang lain. Seperti jalan atau unsur tertentu yang mengalami eksagerasi akan
terjadi overlapping dengan unsur lain. Maka untuk menghindari tumpang tindih
dilakukan pergeseran.
Suatu penyajian yang bersifat mutlak dalam hal yang
mengutamkan unsur mana yang dapat digeser atau dipindahkan tidaklah ada, semua
ini tergantung ppada penting tidaknya suatu unsur. Contoh daftar unsur-unsur
yang diutamakan dalam hal pergeseran pada peta topografi adalah :
1)
Sungai menggeser jalan kereta api
2)
Jalan kereta api menggeser jalan raya
3)
Jalan raja menggeser bangunan
4)
Bangunan menggeser batas tumbuhan